Jika Tak Lekas Mencetak Goal, Mungkin Sudah Saatnya Mencoba Resep Bung Karno

Suatu ketika Bung Karno pernah memberikan nasihat kepada para atlet untuk mengkonsumasi menu diet ala....
Foto Pikiran Rakyat 
Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan olahraga terus berkembang dengan pesat. Dalam sebuah artikel di majalah olahraga, pakar nutrisi kesehatan olahraga mengatakan nutrisi menjadi hal mendasar yang harus diperhatikan dalam menopang prestasi para pemanin sepak bola. Konon di negara-negara maju, gizi para atlet sudah diperhatikan bertahun-tahun sebelum mereka bertanding.

Pemilihan menu makanan pemain sepak bola perlu diatur sedemikian rupa sehingga sebelum pertandingan dimulai, proses pencernaan makanan sudah selesai agar aliran darah terkonsentrasi menuju otot. Aliran darah ke otot ini bertujuan untuk menyalurkan zat gizi dan oksigen yang dibutuhkan pada saat otot berkontraksi untuk bergerak cepat, misalnya menendang bola.

Menurut para pengamat, inilah yang belum bisa diterapkan secara baik oleh atlet di Indonesia, sehingga membuat prestasi sulit dikejar. Tapi, upaya untuk berubah menjadi lebih baik itu memang kelihatan ada. Tim kesehatan timnas telah berupaya menerapkan menu khusus bagi para atlet dengan variasi menu dan jadwal-jadwal khusus sesuai protokol / panduan para ahli.

Saya berdo'a semoga perbaikan gizi atlet benar dapat menambah goal bagi Indonesia. Tapi, jika komposisi menu dari buku-buku diktat tak kunjung membuahkan goal, ada baiknya timas menyimak kembali pesan Bung Karno.

Suatu ketika Presiden Soekarno menyampaikan pesan di hadapan kontingen atlet nasional di Training Centre Jakarta, menjelang Asian Games II 1954 di Manila, 30 April 1954

"Bahwa kita harus menjadi bangsa yang ekonomis weerbaar, militair weerbaar, dan geestelijk weerbaar. Saya tekankan, bahwa bangsa Indoensia mencapai kebesarannya justru di dalam kesederhanaan.

Suatu contoh, Pangeran Diponegoro tidak pernah makan bestik. Tiap-tiap hari pagi beliau hanya minum kopi dicampur air santan kelapa. Dan jika Pangeran Diponegoro hendak ke medan peperangan, lebih dulu makan rujak. Dengan suam-suam ‘kepedesan’, Diponegoro menyerbu kubu-kubu pertahanan Belanda".

Jadi, mungkin lain kali tak ada salahnya, makan rujak pedas dulu sebelum bertanding. Dengan suam-suam 'kepedesan' menjebol pertahanan lawan.

Gooooooooool !!
(0)

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel