Pentingnya Komunikasi dan Sosialisasi untuk Membangun Hubungan Baik antara RSUD dan Masyarakat

Saat sesuatu sudah dipersepsi buruk, maka harus ada upaya untuk mengklarifikasi keadaan sebenarnya, sembari terus berbenah membangun komunikasi yang baik untuk mendapatkan citra baik sebagaimana adanya.
Costumer Communication Cannel in blog.rapidweblaunch.com

Semestinya setiap orang harus lebih mawas diri dalam menerima informasi. Terlebih lagi jika informasi tersebut diluar bidang kita. Tidak bisa kita serta merta menilai sesuai dengan pemberi berita, karena tidak jarang ada saja media yang melakukan pemberitaan tanpa melakukan klarifikasi pada obyek yang diberitakan.

Kita harus memahami bahwa setiap pekerjaan menuntut target, begitu juga awak media dalam memberitakan sesuatu, kadang mereka mendapatkannya bukan dari orang yang punya otoritas untuk memberikan penjelasan. Akibatnya sering kali berita terlanjur viral padahal kebenarannya masih diragukan.

Siapa lagi yang dirugikan jika bukan obyek yang diberitakan. Hal ini yang menimpa RSUD di beberapa daerah di Indonesia. Persepsi masyarakat masih menganggap bahwa RSUD kualitasnya kalah dengan RS Swasta dalam segala hal. Padahal itu tidak serta merta benar, karena sebagai bentuk pelayanan umum yang melibatkan banyak orang baik medis dan tenaga lainnya, wajar jika beberapa hal ada kekurangan, tapi tentu di sisi lain memiliki kelebihan.

Tapi begitulah keadaannya saat ini dengan adanya ketergantunan masyarakat pada media sosial, yang mereka konsumsi di dunia maya seakan menjadi patokan bagi mereka untuk mengambil kesimpulan. Di sisi ini bisa jadi beberapa RSUD lemah dalam membaca keinginan masyarakat sekitarnya. Jadilah image yang tertanam pada mereka adalah seputar kekuranga-kekurangannya saja. Tentu ini yang kian hari akan semakin merugikan. Jarang dalam memproduksi progress, program dan prestasi baru yang didapatkan, tapi sesekali waktu “diserang” dengan postingan yang menyudutkan.

Bahkan ada RSUD yang dengan keinginan dan usaha kuatnya terus berbenah hingga berasil meraih ISO dan lolos akreditasi paripurna, namun sayangnya persepsi masyarakat padanya belum juga berubah. Penyebabnya lagi-lagi karena masyarakat hanya menerima informasi dari satu sisi di media sosial, padahal tidak menutup kemungkinan itu dirasakan dan dilakukan oleh segelintir orang saja, sedangkan sekian banyak konsumen tetap merasa enjoy dan nyaman dengan apa yang ada di RSUD nya.

Jika sudah dalam keadaan “serba salah” seperti ini yang harus dilakukan oleh RSUD tersebut adalah bagaimana agar dapat mengajak masyarakatnya untuk bisa mendapatkan informasi secara berimbang dengan apa yang ada di lapangan. Meskipun memang hal itu tidaklah mudah. Tapi dengan berbagai usaha perbaikan pelayanan terutama yang harus dilakukan oleh Humas adalah dengan mengikuti apa yang disukai oleh warganya, yaitu bisa lebih dekat lagi di media sosial dimana mereka biasanya aktif berinteraksi disana.

Belajar dari perusahan penjual layanan, se-perfect apapun service yang dilakukan mereka tetap menggelontorkan dana miliaran untuk kebutuhan public relation. Seberapa serius KAI, Garuda Indonesia, Dirjen Pajak menggarap sosial media mereka?

Jangan sampai terjadi lagi kegaglan seperti yang terjadi pada beberapa RSUD yang akhirnya sepi bukan karena tenaga medis, peralatan dan fasilitasnya jauh dari standar, tapi karena gagalnya RSUD tersebut memasarkan diri. Karena memang dalam hukum pemasaran sangat penting bagi sebuah lembaga untuk bisa mensosialisasikan dan mempersuasi konsumennya. Karena hal ini akan berkaitan jika suatu saat mereka memilih jasa yang ditawarkan, dimana nanti mereka harus memilih satu dari beberapa pilihan yang ada. Tentunya mereka yang sejak awal sudah punya target dan strategi pemasaran yang tepat lah yang akan mendapatkan hati di masyarakat.

Pemasaran yang dilakukan secara terus menerus dengan mensosialisasikan dan mempersuasi konsumennya dengan citra yang babik ini sebenarnya adalah upaya dalam membranding sebuah lembaga secara berkelanjutan. Apalagi di era globalisasi, dimana kian hari masyarakat dihadapkan dengan banyaknya pilihan, termasuk dalam memilih RS, hal ini sangat lah penting. Karena pada gilirannya masyarakat pun tidak akan tahu jika di sebuah RS itu ternyata ada tenaga medis dan fasilitas yang memadai, tanpa ada usaha dari RS tersebut untuk mensosialisasikan dan memempersuasi masyarakat sebagai calon konsumennya.
(0)

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel