Berolahraga Dengan Masker di Tengah Pandemi, Bolehkah Dilakukan?

Apakah olahraga pakai masker aman dilakukan? ikuti penjelasan berikut ini
olahraga pakai masker

Ketika virus menyerang dan vaksin belum ditemukan, tentunya satu-satunya hal yang menjadi pertahanan diri kita adalah antibodi. Zat proteksi yang diproduksi di dalam tubuh ini akan menyerang virus-virus yang masuk ke dalam tubuh kita dan melawan mereka. Namun, apa jadinya jika antibodi lemah karena kita tidak pernah olahraga? Tentunya ini bagai mimpi buruk, bukan? Namun, berolahraga di tengah pandemi tentu mengharuskan Anda mengenakan masker. Yuk, intip pandangan ilmu kesehatan tentang kebiasaan satu ini.

Pakai Masker Selama Olahraga Menurut Ilmu Kesehatan

Berolahraga di luar ruangan tentu menyenangkan karena kita bisa menghirup udara sear, terkena sinar matahari, dan juga melihat berbagai pemandangan. Sayangnya, saat ini kita tengah diserang pandemi virus dimana ketika keluar rumah, WHO dan Pemerintah menganjurkan kita untuk mengenakan masker. Alhasil kala berolahraga di luar ruangan pun, meski itu hanya di sekitar kompleks, masker wajib dikenakan.

Namun tentunya, ada beberapa masalah ketika kita mengenakan masker saat berolahraga. Selain tidak nyaman, mengenakan masker saat olahraga juga sering membuat kita terasa sesak dan pening. Tapi apa mau dikata, masker sangat penting untuk mencegah kita dari penularan virus Corona. Jika Anda mengalami sakit kepala ringan, pusing, napas pendek, kesemutan, dan kesemutan, Anda perlu berhenti berolahraga, duduk, dan beristirahat.

Nah, menurut para ahli, sebenarnya tidak berbahaya mengenakan masker ketika berolahraga untuk orang normal alias orang yang tidak menderita penyakit kronis. Anda masih bisa melakukan berbagai jenis olahraga dengan masker yang menempel di wajah Anda. Hanya saja, sebaiknya Anda tidak melakukannya setiap hari. Cukup lakukan olahraga seminggu 2 – 3 kali di tengah pandemi ini agar paru-paru Anda tidak terlalu lama kekurangan oksigen.

Sayangnya untuk Anda yang tengah menderita penyakit jantung atau kardiovaskular, sebaiknya Anda berhati-hati kala menggunakan masker saat berolahraga. Pasalnya, ketika masker membuat Anda kekurangan oksigen, maka jantung Anda menjadi semakin keras berusaha memompa darah sehingga ditakutkan akan terjadi beberapa gejala ringan hingga berat. Adapun gejalanya adalah sesak napas, sakit kepala, hingga kesemutan.

Selain orang yang menderita penyakit jantung, orang yang memiliki gangguan pernapasan juga tidak disarankan berolahraga sembari mengenakan masker. Beberapa penyakit yang dimaksudkan ini adalah Bronkitis, Fibrosis Paru, Fibrosis Kistik, hingga Gangguan Paru Obstruktif Kronik. Pasalnya, hal ini ditakutkan akan memperparah gangguan pernapasan mereka. Oleh karenanya, Anda bisa berolahraga di dalam ruangan yang mana tidak mengharuskan Anda menggunakan masker.

Orang yang baru berolahraga atau tidak berolahraga dalam waktu yang lama harus memberikan perhatian ekstra jika berolahraga sambil mengenakan masker. Pantau intensitas latihan Anda dan pertahankan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang untuk menghindari gejala seperti pusing dan pingsan. 

Rekomendasi Olahraga yang Bisa Dilakukan Di Dalam Ruangan

Bagi Anda yang tidak nyaman mengenakan masker dan ingin bebas menghirup udara tanpa alat penutup wajah ini, maka Anda bisa mencoba beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Adapun beberapa olahraga tersebut antara lain :

1. Yoga

Pertama, Anda bisa mencoba olahraga Yoga. Olahraga ini identik dengan matras dan alunan musik yang menenangkan serta dilakukan di dalam ruangan. Sebenarnya, Yoga juga bisa dilakukan di luar ruangan, namun jangkauan area aktivitasnya tidak akan seluas jogging dan jalan-jalan pagi. Yoga hanya dilakukan di satu tempat yang mana akan meminimalisir penularan virus di masa seperti ini. Bahkan jika Anda berolahraga secara berkelompok pun, Anda bisa memberi jarak matras antar peserta sesuai anjuran PSBB.

Yoga pun juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda tidak perlu melakukan gerakan rumit, cukup lakukan gerakan simpel yang mana tidak butuh pengawasan dari instruktur Yoga. Selain menjaga tubuh Anda tetap bugar, gerakan Yoga yang sederhana juga bisa untuk melatih pernapasan Anda dan meregangkan otot yang mungkin kaku selama PSBB dan WFH.

2. Aerobik atau Zumba

Kedua, jika Anda tidak suka Yoga yang mana mengharuskan Anda dalam sikap yang tenang, maka Anda bisa mencoba senam. Aktivitas olahraga di dalam ruangan yang dilakukan dengan gerakan enerjik dan penuh kreatifitas ini sangat pas untuk latihan harian Anda selama isolasi. Lakukan zumba atau aerobik sesuai kesukaan Anda dan biarkan tubuh Anda bugar kembali agar daya tahan tubuh terjaga.

3. Skipping atau Lompat Tali

Para muda-mudi biasanya tidak suka olahraga yang tidak memicu adrenalin. Nah, bagi Anda yang suka dengan olahraga penuh gerakan yang membuat jantung berdegup cepat, maka Anda bisa melakukan skipping. Olahraga berupa lompat tali ini bisa Anda lakukan dengan simpel di rumah, diiringi musik favorit, dan juga suasana sore yang menyenangkan. Lakukan skipping selama 30 menit setiap hari agar tubuh berkeringat dan otot meregang. Dengan begitu, maka kesehatan Anda akan terjaga.

4. Olahraga Kardio

Selanjutnya, Anda yang tidak puas dengan skipping bisa beralih ke jenis olahraga kardio, contohnya rangkaian gerakan squat, kick feet back, push up, dan kembali ke squat lagi. Lakukan gerakan-gerakan ini dengan benar, maka Anda akan mendapati berat tubuh Anda yang terjaga, kekebalan tubuh yang meningkat, jantung yang terhindar dari macam-macam gangguan, serta otot yang kuat dan regang.

5. Menari

Terakhir, Anda yang sudah bosan dengan macam-macam olahraga bisa menari lho. Menari juga melibatkan banyak gerakan tubuh layaknya olahraga dan ini bisa menjadi salah satu cara melatih tubuh dan otot yang menyenangkan. Putar musik kesukaan Anda dan mulailah menari dengan gerakan senada. Dijamin, rasa bahagia datang dan kesehatan Anda pun juga tetap terjamin meski harus lockdown di dalam rumah. Benar, kan?

Tips Memilih Masker yang Nyaman untuk Olahraga

Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir dan rasanya membosankan jika membayangkan kita selamanya harus berolahraga di dalam ruangan hingga vaksin ditemukan. Jadi meski memakai masker saat olahraga dapat memperburuk keadaan mereka yang menderita penyakit kronis, rasa-rasanya kita tidak ada pilihan lain selain melakukannya. Eits... tapi bukan berarti berolahraga dengan masker selamanya bisa berakibat buruk.

Anda bisa menyiasatinya dengan memilih masker yang nyaman, berkualitas, dan juga sesuai dengan penggunaan olahraga. Lalu, bagaimanakah cara memilih masker yang benar untuk aktivitas satu ini?

Tentunya, Anda tentu harus memilih masker yang bahannya mudah dipakai untuk bernapas. Pilihlah material yang nyaman, memudahkan oksigen masuk ke dalam hidung Anda, namun juga ampuh untuk menyaring virus. Sayangnya di pasaran, banyak penjual yang menawarkan berbagai macam jenis masker untuk tindakan pencegahan namun tidak memenuhi standar. Nah, coba temukan masker yang memenuhi standar dan juga nyaman untuk bernapas ya.

Selanjutnya, jika material tersebut menyebabkan Anda iritasi atau kesulitan bernapas, bahkan yang lebih parah membuat penyakit napas Anda kambuh, maka Anda harus segera melepasnya. Tidak ada pilihan lain, sebaiknya berolahraga saja di dalam ruangan. Namun jika Anda masih nyaman dan bisa bebas bernapas, maka silahkan gunakan masker tersebut untuk berolahraga.

Namun ingat, gunakan masker tersebu hanya sekali pakai saja. Artinya, cuci masker begitu sudah selesai digunakan keluar rumah. Jangan pernah menyimpan masker yang sudah dipakai keluar dan tidak mencucinya atau menjemurnya. Ini akan meningkatkan resiko penularan pada diri Anda lho.

Demikian ulasan mengenai pandangan ilmu kesehatan tentang kebiasaan berolahraga di tengah pandemi dengan mengenakan masker. Semoga ulasannya bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda dalam memerangi pandemi Covid-19.

Sumber:
https://www.cnet.com/health/should-you-exercise-with-a-face-mask-how-to-do-it-safely/


*ikuti artikel saya tentang kesehatan dan fisioterapi di https://www.wahyuphysio.com

(0)

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel