Blog, Vlog dan Podcast, Mana yang Paling Ideal untuk Marketing Startup Anda?

Blog, video dan podcast menjadi pilihan teknik marketing yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendapat perhatian calon konsumen.

    blog untuk start up, vlog Untuk start up, podcast untuk start up
    Blog, Vlog atau Podcast ?

    Bisa dikatakan bahwa memiliki blog yang aktif dan berkualitas masih menjadi salah satu kunci bisnis menuju sukses. Konten yang kebanyakan berupa tulisan disertai beberapa gambar memang dianggap mampu meningkatkan brand awareness yang krusial bagi startup untuk merangsek ke pasar. Masalahnya, jika Anda bukan tipe-tipe orang yang suka menulis, lantas apakah Anda harus belajar membuat podcast atau video?

    Plus Minus Blog, Video dan Podcast terhadap Promosi Bisnis 

    Konten berwujud video sendiri masih diprediksi mengalami peningkatan signifikan di tahun 2021 yang seakan membuktikan proyeksi kekuatan dari media ini sebagai salah satu teknik marketing. Sementara podcast yang termasuk sebagai media baru di Indonesia, secara konsisten terus menunjukkan peningkatan peminat. Hasilnya, ketiga saluran tersebut, blog, video dan podcast menjadi pilihan teknik marketing yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendapat perhatian calon konsumen.

    Adalah hal yang kurang tepat apabila sebuah startup mengabaikan minat para calon konsumen mereka. Maka dari itu, menyediakan konten relevan dan bermanfaat melalui media yang tepat seakan menjadi sebuah keharusan untuk menghasilkan marketing yang efektif dan efisien. Namun untuk menghindari kurang optimalnya usaha Anda, tak ada salahnya membandingkan diantara ketiga media ini untuk mempromosikan usaha yang sedang Anda rintis.

    Blogging

    Blogging menjadi salah satu cara paling mendasar agar sebuah produk bisa ditemukan oleh calon pembeli potensial secara online. Ia juga menjadi salah satu cara untuk membangun otoritas dan reputasi. Akan tetapi perlu juga Anda ketahui meskipun membuat blog bisa dibilang (semakin) mudah dan mendatangkan manfaat signifikan terhadap bisnis, ia tetap memiliki beberapa kekurangan untuk dipertimbangkan ulang.

    Kelebihan Blog

    1. Blog dapat dibuat dan dikelola dengan relatif mudah; siapapun bisa membuat dan mengisinya dengan konten informatif ataupun sekedar hiburan tanpa mengharuskan adanya peralatan dan keahlian khusus.
    2. Blog membuat bisnis Anda bisa dikenali dan direkomendasikan oleh mesin pencari; Google misalnya, menyukai blog yang aktif dengan konten dan cara penyajian yang optimal sehingga akan menyarankan blog Anda kepada para penggunanya saat melakukan pencarian terkait. Semakin tinggi kualitas blog, maka semakin tinggi posisi blog di halaman hasil penelusuran, yang artinya lebih berpeluang di-klik oleh pengguna.
    3. Bisnis Anda juga bisa membangun reputasi terpercaya dari blog, dimana Anda bisa memberitahu dan mengedukasi audiens melalui konten yang disusun dengan baik. Konten seperti ini bahkan dinilai lebih kuat dibanding video yang cenderung lebih mengarah sebagai hiburan dibanding edukatif. 
    4. Blog juga menawarkan kebebasan yang lebih kepada para pembaca dalam menikmati konten. Pengunjung bebas memilih untuk membaca sekilas, mencari poin relevan saja, membaca ulang bagian tertentu dan sebagainya. Pengalaman yang sulit ditawarkan oleh konten video

    Kekurangan Blog


    1. Tidak semua orang suka menulis. Bukan asal tulis, namun termasuk menyusun ide, menyajikannya sesuai kaidah sehingga bisa diresapi oleh pembaca. Jika Anda bukan tipe ini, maka blogging bukanlah pekerjaan yang nyaman, dan hal ini bisa dirasaka oleh pembaca. 
    2. Mengelola blog itu menyita waktu, mulai dari menentukan topik, melakukan riset, menemukan sudut pandang yang unik, menyusun kerangka artikel agar informatif dan mampu mengikat pembaca lalu menuliskannya. Sulit melakukan semuanya sekali waktu, dan pastinya ini tidak Anda lakukan sekali dua saja.  


    Vlogging

    Vlog sebenarnya istilah yang tersusun dari video dan blog, yang artinya blog dalam bentuk video.  Tergolong sebagai hal baru di dunia digital, vlog bisa digunakan untuk mengedukasi dan menghibur orang. Dan orang memang menikmatinya. Respon positif pengguna terbukti oleh studi GlobalWebIndex yang menyebut bahwa sekitar 44% pengguna internet dunia menonton vlog setiap bulannya.

    Kelebihan Vlog


    1. Nyatanya, vlogging relatif masih jarang diandalkan oleh perusahaan untuk mengenalkan diri. Artinya, ini bisa menjadi peluang bagi startup Anda untuk mencuri perhatian pasar dengan lebih mudah. kompetitor Anda mungkin juga belum menggunakan saluran ini. Selama Anda bisa menemukan celah untuk memanfaatkan sebagai teknik marketing yang tepat. 
    2. Vlog sangat berpotensi untuk membuat konten Anda menjadi viral, tidak seperti blog. Ini pula alasannya mengapa YouTube bisa menjadi media sosial terpopuler kedua di dunia, karena video yang banyak di-share oleh pengguna. Sebanyak 76% pengguna cenderung membagikan vlog yang menghibur, dan ini bisa menjadi alternatif lain bagi bisnis Anda. 
    3. Vlog juga memudahkan Anda merubah topik membosankan menjadi sesuatu yang lebih menarik dan menyenangkan. Tutorial mengecat kamar bisa saja lebih menarik dan menghibur saat disajikan dalam bentuk video 2 menit ketimbang tulisan panjang dengan beberapa selipan gambar, bukan?
    4. Produk baru juga bisa diperkenalkan dengan lebih spektakuler melalui vlog. Video singkat yang menjelaskan cara kerja produk bisa lebih efektif untuk membuat calon konsumen yakin pada brand Anda. Video animasi juga bisa digunakan untuk detail yang lebih rumit. 
    5. Konsumen saat ini lebih kritis dimana mereka tidak mudah percaya kepada perusahaan yang belum mereka kenal. Vlog memungkinkan Anda untuk menjalin kepercayaan mulai dari menunjukkan diri Anda (bukti bahwa Anda ada sebagai jaminan) dan membahas bisnis dan produk Anda untuk menjalin kedekatan yang lebih manusiawi. 


    Kekurangan Vlog


    1. Sayangnya, vlog tidak selalu cocok dengan semua bisnis. Penelitian GlobalWebIndex menjelaskan bahwa vlog lebih disukai oleh audiens muda. Jika target audiens dari vlog bisnis Anda adalah remaja dengan usia 16 sampai 34 tahun, ada peluang Anda meraup sukses dari vlogging. 
    2. Hal serupa juga terjadi pada jenis bisnis dan produk yang Anda jual, dimana vlog tidak selalu bisa mengakomodir kebutuhan spesifik. Brand fashion dan kosmetik menjadi salah satu bisnis yang sukses besar menggunakan vlog sebagai marketing. Meskipun tak menutup kemungkinan, Anda bisa menemukan celah memanfaatkan vlog untuk mengenalkan brand dan produk. 
    3. Google tidak menonton vlog, artinya untuk mendapat ranking atas di hasil penelusuran, Anda hanya bisa memanfaatkan judul dan deskripsi video saja. Jadi jika Anda ingin bisnis diketahui di hasil penelusuran menggunakan vlog, Anda perlu memahami bahwa blog lebih unggul di sini. Solusinya, gabungkan kedua saluran tersebut. 
    4. Vlogging lebih menyita waktu ketimbang blogging, selain proses produksinya yang juga lama, Anda juga perlu mengeditnya terlebih dahulu sebelum diunggah. Meski begitu, video Anda tidak harus sesempurna itu sebagai permulaan karena pengguna lebih memaafkan video berkualitas kurang ketimbang video yang tidak menjelaskan produk atau layanan. 
    5. Bagi orang yang begitu memperhatikan penampilan, tampil di depan kamera bisa jadi masalah. Jika Anda menggunakan mekanisme endorse, maka bisa saja merekalah yang akan mewakili bisnis dan reputasi Anda. Beranikah Anda bertaruh?


    Podcasting

    Sebagai media yang terbilang baru di Indonesia, podcast adalah konten berupa suara (audio) yang dirilis secara berkala memuat percakapan bersama (beberapa) narasumber membahas tentang sebuah topik  spesifik. Kini banyak pula konten podcast yang juga berupa video. Dalam suatu layanan podcast, misalnya milik Apple atau Google, Anda bisa melihat deretan episode dalam sebuah kanal.

    Podcast semakin banyak digunakan oleh startup untuk menjangkau calon konsumen karena menyadari seperti apa pertumbuhan trend konsumsi media ini. Pew Research Center mencatat ada 89 juta orang mendegarkan podcast di 2015, jumlah yang berlipat ganda dari tahun 2008 silam.

    Kelebihan Podcast


    1. Membuat podcast itu mudah dan murah, cukup duduk santai dan bicarakan apa yang Anda sukai dan ketahui. Sementara peralatannya, cukup gunakan smartphone Anda sehari-hari dan beberapa barang yang jumlah tak lebih dari Rp. 1.5 jutaan saja. 
    2. Anda bisa mendapatkan perhatian maksimal dari audiens karena mereka bisa mendownload lalu mendengarkannya kapanpun mereka mau. Bisa sambil mengemudi, olahraga, dalam perjalanan dan berbagai aktifitas lainnya yang tak terlalu menyita konsentrasi.  
    3. Konten Anda juga tidak akan terselipi oleh iklan produk, perusahaan atau bahkan kompetitor Anda seperti yang terjadi pada video YouTube dan Facebook. Audiens hanya mendengar suara Anda saja. 
    4. Efektifitas podcast juga lebih mudah diukur dibanding blog dan vlog, Anda cukup melihat berdasar jumlah unduhan masing-masing episode dan jumlah subscriber. Anda bisa langsung menilai hasil kerja keras Anda dengan mudah. 


    Kekurangan Podcast


    1. Memiliki basis audiens bukanlah hal sepele. Meskipun banyak orang yang mencari podcast, Anda tetap harus mempromosikannya terlebih dahulu. Caranya bisa dengan menggunakan blog, akun resmi media sosial atau menjadi narasumber untuk podcast orang lain yang kredibel dan relevan dengan bisnis Anda.
    2. Mengelola kanal podcast akan membuat Anda terikat pada jadwal karena audiens akan melupakan podcast Anda apabila dalam 2 minggu kanal Anda tidak menambahkan episode terbaru sesuai jadwal. Pemirsa mengharap ada cerita baru tiap minggunya (atau sesuai interval tertentu). Hal ini bisa menjadi masalah bagi bisnis baru yang tak punya banyak waktu dan sumber daya.  
    3. Meskipun murah, untuk membuat podcast berkualitas Anda membutuhkan microphone, software edit audio dan kemampuan untuk mengoperasikannya. Anda bisa mempelajarinya sendiri atau menyerahkan pekerjaan ini pada jasa edit audio, sesuaikan saja dengan budget yang ada. 


    Kesimpulan

    Blogging, vlogging dan podcasting, semuanya bisa membantu memberitahu dan menghibur audiens, sekaligus mengenalkan bisnis Anda. Masing-masing memiliki peran dan kekuatan sendiri yang membuatnya sepadan untuk dijalankan. Startup bisnis yang identik dengan keterbatasan, biasanya hanya akan memilih salah satu atau dua diantaranya yang paling sesuai berdasar metrik, demografi pasar dan produk atau layanan yang ditawarkan.

    (0)

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel