Bunga Cempaka: Asal-Usul, Morfologi, Jenis-Jenis, Dan Cara Budidaya

Bunga cempaka atau bunga kantil memiliki bunga yang indah dengan aroma yang sangat harum ternyata bisa hidup dengan mudah

    Bunga cempaka atau bunga kantil
    https://pixabay.com/photos/michelia-champaca-blossom-blossom-340540/

    Bunga cempaka atau lebih dikenal dengan sebutan bunga kantil adalah tanaman yang sering dimanfaatkan untuk tanaman hias dan ditanam di pekarangan rumah. Selain dapat hidup dengan mudah karena cara menanam bunga cempaka yang gampang, tanaman ini memiliki bunga yang indah dengan aroma yang sangat harum.

    Meski bunga cempaka atau bunga kantil dianggap berkaitan dengan mitos bunga yang disukai oleh makhluk halus. Namun bunga cempaka memiliki makna budaya yang erat terlebih bagi masyarakat jawa. Berikut ulasan umum tentang bunga cempaka atau bunga kantil yang ada di Indonesia.

    Asal-usul bunga cempaka

    Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam sangat beranekaragam, termasuk flora atau tumbuh-tumbuhan. Salah satu jenis flora yang hidup di Indonesia adalah bunga cempaka. Tumbuhan yang memiliki nama latin Magnolia champaca atau Michelia champaca merupakan bunga yang berasal dari provinsi paling ujung barat di Indonesia yakni Aceh. Dalam bahasa Aceh sendiri bunga cempaka dikenal dengan sebutan Bungong Jeumpa dan menjadi identitas dari kota tersebut.

    Asal usul nama bunga “cempaka” sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta. Adapun nama tersebut memiliki kemiripan dengan bahasa India, seperti sonchaapha, champak hingga sampangi. Pada umumnya bunga cempaka memiliki pohon berwarna hijau dan berbunga putih atau kuning dengan biji terbungkus oleh salut biji. Bunga cempaka dikenal luas sebagai sumber wewangian alami untuk riasan Inong (perempuan Aceh) agar terlihat cantik dan anggun.

    Bunga Cempaka adalah jenis tanaman berbunga yang berasal dari suku Magnoliaceae. Suku ini masih termasuk ke dalam tumbuhan purba yang fosil hidupnya dapat ditelusuri hingga 95 juta tahun yang lalu. Meski bunga cempaka dapat tumbuh di daerah-daerah tropis seperti Asia tenggara. Asia Selatan dan Tiongkok. Namun kini tanaman tersebut hanya dapat ditemukan di tempat-tempat tertentu seperti di Pulau Sumatera.

    Morfologi bunga cempaka

    Meski terkenal dengan sebutan Magnolia, namun bahasa asli dari bunga cempaka adalah Michelia. Adapun morfologi atau ciri-ciri dari tanaman ini adalah sebagai berikut:

    1. Akar

    Tanaman Cempaka memiliki jenis akar tunggang berwarna cokelat, dan dengan cara menanam bunga cempaka yang tepat akar tanaman ini bisa tumbuh mencapai 30-50 cm. Akar yang dimiliki bunga cempaka dijadikan alat untuk menyerap unsur-unsur hara hingga beberapa zat makanan yang ada di dalam tanah. Meskipun memiliki kulit akar yang cukup menarik karena berwarna merah, namun rasanya sangatlah pahit.

    2. Batang

    Bunga cempaka pada umumnya memiliki bentuk batang bulat dengan warna kulit cokelat keabu-abuan. Batang cempaka memiliki diameter sekitar 50 cm dan mampu tumbuh hingga ketinggian 25 cm. Karena akar bunga cempaka mampu menyerap unsur hara serta zat makanan denngan baik, maka batang yang dihasilkan pun cukup bagus. Oleh karena itulah, tanaman cempaka sering dijadikan perabot rumah tangga, seperti meja.

    3. Daun

    Daun tanaman cempaka adalah jenis daun tunggal yang memiliki bentuk layaknya telur taji. Pangkal daunnya memiliki bentuk runcing dengan panjang antara 2,5 cm hingga 11 cm. Dibagian tepi daun yang berwarna hijau muda dan hijau tua ini cukup rata dengan saun penumpu yang menyelubungi kuncup. Cara peletakkannya juga cukup unik yakni dengan dibentuk berselang-seling atau spiral.

    4. Bunga

    Pada umumnya tanaman cempaka memiliki warna bunga yang bervariasi, mulai dari putih kuning, ungu dan juga merah. Bunga cempaka memiliki bentuk seperti bunga tulip dan masuk kategori bunga tunggal. Putiknya dipisahkan oleh internodium yang cukup panjang dengan jumlah daun tenda bisa mencapai 6 atau lebih. Jumlah benang sarinya juga cukup banyak dengan ketebalan tangkai sari yang baunya sangat harum.

    5. Buah dan biji

    Buah cempaka memiliki dua warna berbeda, yaitu warna merah muda ketika masih muda dan warna cream ketika buah sudah matang. Buah bunga cempaka berbentuk kecil-kecil menyerupai jantung dan bagian belakangnya terlihat berwarna peach. Untuk biji cempaka memiliki warna cokelat saat masih muda dan merah tua ketika buah sudah tua.


    Jenis-jenis bunga cempaka

    Sebenarnya tanaman cempaka terdiri dari banyak jenis, tak kurang dari 50 variasi jenis cempaka yang tersebar di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia setidaknya terdapat 4 jenis bunga cempaka yang bisa ditemu, diantaranya sebagai berikut:

    1. Cempaka putih

    Bunga cempaka putih atau bunga kantil memang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Tanaman dengan nama latin Michelina alba ini mampu tumbuh hingga mencapai 30 meter. Cempaka putih memiliki ranting yang berwarna keabu-abuan dengan bulu-bulu halus. Ketika masih muda, bunganya berwarna hijau dan setelah mekar sempurna akan berubah menjadi putih.

    2. Cempaka kuning

    Karena memiliki bau yang khas, cempaka kuning sering disebut dengan cempaka wangi. Tanaman yang dapat tumbuh hingga 25 meter ini memiliki daun berbentuk bulat dengan ujung runcing berwarna hijau cerah. Pada dasarnya cempaka jenis ini memang berwarna kuning, namun cenderung lebih kerus mendekati warna jingga dengan bau yang sangat harum sekali. Bahkan anda dapat mencium aroma harum ini meski tidak mendekat langsung dengan bunganya.

    3. Cempaka ungu

    Cempaka ungu memiliki nama latin purple atau red magnolia. Cempaka jenis ini memiliki warna ungu terang dan aroma yang harum dan biasanya akan berbunga saat awal musim hujan. Pada umumnya cara menanam bunga cempaka ungu akan tumbuh optimal jika ditanam pada lingkungan dengan suhu antara 20-26 derajat atau di dataran tinggi.

    4. Cempaka merah

    Meski tidak terlalu sepopuler seperti jenis cempaka lainnya, namun cempaka merah juga tetap indah dan menarik lho. Bunga yang tumbuh diujung ranting dengan warna merah muda ini memiliki kelopak yang tersusun rapi dengan diameter bunga sekitar 5-7 cm. Selain memiliki bau yang khas, cempaka merah juga sangat unik karena hanya mekar selama dua jam saja dan setelah itu akan layu.


    Cara budidaya bunga cempaka

    Selain memiliki banyak kegunaan ternyata cara menanam bunga cempaka sangatlah mudah lho, terlebih di Indonesia. Untuk menanamnya juga praktis dan murah dengan cara perawatan yang cukup sederhana. Berikut langkah-langkah menanam bunga cempaka:

    1. Pembibitan

    Cara pertama yang harus anda lakukan adalah dengan membeli bibit bunga cempaka. Pilihlah bibit yang memiliki kualitas baik dan sudah layak tanam. Pastikan bibit sudah tumbuh akar serta daun dan batangnya tidak layu. Selain membeli bibit, anda juga apat menanam biji bunga cempaka. Namun cara ini dianggap lebih rumit karena anda harus melakukan pemilihan dan penyemaian benih hingga menjadi bibit dan siap ditanam.

    2. Media tanam

    Setelah bibit sudah siap, maka cara menanam bunga kantil selanjutnya adalah menanam bibit di pekarangan langsung, di polybag atau di pot. Campurkan tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan kedalam pot dan sisakan ruang sekitar 15 cm-an. Buatlah lubang lalu tanam bibit dan tutup kembali dengan tanah.

    3. Perawatan

    Setelah cara menanam bunga kantil selesai, maka selanjutnya tinggal cara merawatnya. Yakni meliputi penyiraman secara rutin, pemupukkan lanjutan, pemangkasan daun dan penyemprotan pestisida. Dan yang terakhir adalah pemanenan jika usia bunga cempaka sudah berumur setahun setelah masa tanam.
    (0)

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel