Pengertian FGD ( Focus Group Discussion), Tujuan , Karakteristik

apa itu fgd
Dengan FGD kita dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang secara lebih holistik. Karena metode FGD lebih bersifat luas, terbuka, dan kualitatif, sehingga mampu memberikan wawasan terkait perbedaan yang terlibat dalam proses perubahan. 

FGD merupakan istilah teknik yang digunakan dalam dunia kerja untuk berbagai macam kebutuhan. Apa sebenarnya FGD dan kenapa harus ada FGD? Baca penjelasan pengertian FGD ( focus group discussion), tujuan, dan karakteristiknya.

Anda juga akan memahami apa saja yang harus dilakukan untuk mempersiapkan FGD.

Pengertian Focus Group Discussion (FGD)

FGD atau focus group discussion adalah teknik terbaik mengumpulkan beberapa orang dengan pengalaman yang sama untuk membahas topik tertentu yang menarik.

Bahkan FGD merupakan bentuk dari penelitian kualitatif yang menanyakan terkait persepsi terhadap sikap, keyakinan, pendapat, dan ide.

Dalam pelaksanaan FGD, terdapat seorang moderator yang memandu jalannya diskusi dan
memperkenalkan topik diskusi. Moderator juga berperan dalam menciptakan diskusi yang hidup dan menarik semua orang untuk terlibat.

Sehingga terciptalah sebuah diskusi yang mampu memberikan wawasan terkait bagaimana pola pikir kelompok terhadap berbagai:

  • masalah;
  • ide;
  • pendapat; dan
  • variasi yang muncul.

Dengan demikian, maka FGD dapat berfungsi dalam menjelaskan berbagai pandangan tentang topik tertentu. Sehingga mampu memberikan wawasan terkait perbedaan yang terlibat dalam proses perubahan.

Dimana peserta akan lebih memahami bagaimana cara berpikir seseorang dalam menyelesaikan masalah. Baik hasil FGD sesuai dengan yang diharapkan orang tersebut maupun tidak.

Itulah kenapa metode FGD sangat tepat dilakukan sebelum merancang kuesioner.

Tujuan FGD (Focus Group Discussion)

Berikut beberapa tujuan FGD:

  1. Pendekatan kualitatif yang dilakukan berguna untuk mendapatkan pemahaman mendalam terkait isu atau topik tertentu.
  2. Memahami tingkat kreativitas seseorang serta kemampuan dalam berpikir berdasarkan ide dan solusi pemecahan masalah.
  3. Mengumpulkan ide dan pendapat beberapa orang terkait topik tertentu yang diminati.
  4. Membantu peneliti mengidentifikasi dan menganalisis setiap perbedaan secara langsung karena sistem FGD yang lebih terorganisasi.
  5. Mengeksplorasi pendapat responden terhadap suatu topik.
  6. Memberikan sebuah penjelasan yang tidak dapat dijelaskan secara statistik.
  7. Menjembatani antara penelitian dan kebijakan.

Maka dengan metode FGD, Anda dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang secara lebih holistik. Karena metode FGD lebih bersifat luas, terbuka, dan kualitatif.

Karakteristik FGD (Focus Group Discussion)

Ketahui karakteristik FGD berikut ini:

  1. Terdapat Fasilitator. Dalam FGD, harus ada seorang fasilitator atau moderator yang dapat menghidupkan diskusi. Menjalankan diskusi supaya mencapai tujuan FGD yang sudah ditetapkan.
  2. Topik Diskusi Sudah Ditentukan. FGD tidak akan terlaksana tanpa adanya topik pembahasan. Untuk itu harus ada studi kasus terlebih dahulu untuk disebarluaskan kepada setiap peserta yang dirasa sesuai.
  3. Selain itu, durasi FGD juga beragam dan biasanya sudah ditentukan dari awal.
  4. Hanya Terdiri Dari Segelintir Orang. FGD yang ideal sebaiknya tidak menghimpun terlalu banyak orang. Bisa lebih dari 2 orang atau sampai 8 orang saja dari berbagai kelompok supaya diskusi berjalan efektif dan nyaman. Semakin banyak orang, maka dibutuhkan moderator yang kuat. Bahkan terlalu banyak orang hanya akan membuat FGD tampak seperti kerumunan.
  5. Dilaksanakan Dalam Satu Tempat. FGD adalah forum diskusi dalam suasana serius yang tentunya tetap nyaman sehingga peserta merasa santai selama GD berlangsung. Sehingga mudah bagi peserta mengeluarkan pendapat dan idenya tanpa merasa terbebani.

Setelah memahami karakteristik FGD, ketahui pula langkah-langkah untuk melaksanakan FGD.

Langkah-Langkah Melakukan FGD (Focus Group Discussion)

Berikut Langkah-langkah focus group discussion:

1. Memperjelas Tujuan FGD

FGD dibutuhkan ketika membutuhkan pemahaman lebih dalam terkait suatu masalah atau isu yang tidak dapat ditemukan melalui survei. Sehingga akhirnya Anda memahami, ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ topik tersebut.

2. Membuat Kuesioner

Setelah memperjelas tujuan dilakukannya FGD, susun pertanyaan yang akan diajukan selama FGD berlangsung. Ingat, jangan menyusun kata-kata yang bisa membuat canggung atau bahkan memperburuk situasi FGD.

Karena kegagalan FGD juga akan merusak kualitas data Anda.

Jadi:

  • Pertahankan pertanyaan yang masuk akal, sederhana, dan singkat.
  • Susun pertanyaan dengan kata-kata yang jelas. Karena kalau tidak, pertanyaan Anda yang akan menjadi topik diskusi.
  • Jumlah pertanyaan usahakan tidak lebih dari 10 supaya tidak melelahkan peserta dengan diskusi yang panjang.
  • Hati-hati, jangan sampai membuat pertanyaan yang membuat peserta FGD tidak mau menjawab dan menghentikan pelaksanaan FGD.
  • Buat pertanyaan yang bisa mendapatkan tanggapan dari peserta. Sehingga tidak ada jawaban hanya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’.
  • Akan tetapi, pertanyaan untuk peserta FGD tentunya berbeda dengan pertanyaan yang akan digunakan untuk penelitian.

Seharusnya, dalam pelaksanaan FGD terdapat 3 tipe pertanyaan, yaitu:

  • Probe Questions. Tipe pertanyaan yang bertujuan memperkenalkan dan menggali lebih dalam tentang seberapa pengetahuan peserta terkait topik diskusi. Pertanyaan ringan dan santai ini dilakukan saat berbagi pendapat sehingga peserta merasa lebih nyaman saat diskusi.
  • Follow-up Questions. Pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui lebih jauh pendapat para peserta FGD dan topik diskusi. 
  • Exit Questions. Pertanyaan pada akhir diskusi yang dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada informasi apa pun yang terlewatkan.
Maka dari itu dibutuhkan peserta yang sesuai dengan topik yang akan diangkat dalam forum diskusi.

3. Menentukan Durasi

Tentukan waktu diskusi yang dapat mengeksplorasi topik diskusi secara menyeluruh. Biasanya antara 60 sampai 90 menit.

Karena jika terlalu pendek, maka sangat sulit membahas topik lebih dalam dan jika terlalu panjang, faktor lelah bisa membebani peserta.

4. Merekrut Peserta

Waktunya memilih peserta yang akan terlibat dalam berjalannya FGD. Biasanya antara 2 – 8 orang saja sehingga peserta merasa lebih nyaman dalam mengungkapkan pendapatnya.

Saat memilih, berikut beberapa faktor yang harus Anda pertimbangkan:

  • Gender
  • Usia
  • Orang dengan tingkatan yang sama.

Jadi, beberapa kriteria harus ditetapkan supaya FGD berjalan dengan nyaman.

5. Menetapkan Moderator

Supaya FGD dapat berjalan dengan baik, diperlukan adanya seorang moderator yang menentukan jalannya diskusi. Moderator juga berperan penting untuk memastikan semua peserta merasa nyaman dan terlibat dengan diskusi.

Maka dari itu, seorang moderator harus:

  • Tetap netral dengan semua pendapat peserta sehingga semua merasa nyaman saat mengungkapkan pendapat.
  • Mendengarkan secara aktif supaya memahami pernyataan peserta dan merangkumnya dengan pernyataan yang lebih jelas.
  • Mendapatkan informasi lebih lanjut dari peserta yang tidak terlalu aktif sehingga dia mulai aktif seperti yang lain.
  • Mampu menghadapi peserta dominan dengan mengakui pendapatnya dan meminta pendapat dari peserta lain.
  • Mampu bertindak secara spontan saat diperlukan atau jika percakapan berjalan ke arah yang tidak terduga.

Jadi, seorang moderator harus dapat menangkap informasi terkait topik dan ide baru dengan cepat. Sehingga mampu mengikuti dan mengajukan pertanyaan supaya kembali ke topik semula.

6. Mempersiapkan FGD

Jangan lupa menggunakan perekam audio atau video yang berfungsi dengan baik. Termasuk menentukan tempat diskusi dan menyiapkan notulen FGD sehingga diskusi selama FGD berlangsung tercatat dengan baik.

7. Debriefing

Lakukan tukar pikiran segera setelah diskusi berakhir. Catat juga informasi tambahan secara terbuka, seperti kesan atau kesimpulan untuk digunakan pada langkah selanjutnya.

Lakukan juga analisis data yang dihasilkan dari FGD untuk menemukan tema dan tren baru.

Kemudian mempresentasikan hasil dan penemuan dalam FGD.

Setelah memahami dengan baik pengertian FGD sampai karakteristiknya, tentu akan lebih mudah bagi Anda mempersiapkan FGD yang efektif.

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *